Tangerang, CeklisDua.net – Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus diperkuat melalui koordinasi lintas unsur masyarakat. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) bersama kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait potensi meningkatnya kasus DBD di wilayah permukiman Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya.
Koordinasi tersebut berawal dari laporan warga Kampung Sabrang RT 01/02, Desa Kubang, menyusul dua anak warga yang dilaporkan terjangkit DBD. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada FKDM sebagai bagian dari fungsi deteksi dini kewaspadaan masyarakat.
Menindaklanjuti laporan itu, FKDM Desa Kubang yang diwakili Deden selaku Sekretaris FKDM, langsung berkoordinasi dengan kader Jumantik, Nia, pada Kamis, 22 Januari 2026. Selain itu, laporan kejadian juga telah disampaikan kepada Ketua FKDM dan Ketua RT setempat untuk ditindaklanjuti di tingkat lingkungan.
“Setiap laporan warga kami tindak lanjuti sebagai bagian dari kewaspadaan dini. Koordinasi ini penting agar langkah pencegahan bisa dilakukan bersama dan terarah,” ujar Deden, Sekretaris FKDM Desa Kubang.
Sementara itu, kader Jumantik Nia menyampaikan bahwa tindak lanjut di lapangan difokuskan pada upaya pencegahan berbasis lingkungan.
“Kami melakukan pemantauan jentik dan memberikan edukasi kepada warga agar lebih rutin menjaga kebersihan lingkungan serta memberantas sarang nyamuk,” kata Nia.
Ketua RT 01/02, Dedi, menyatakan bahwa laporan warga telah diterima dan langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi internal serta pelibatan masyarakat.
“Kami mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan mendukung langkah pencegahan yang dilakukan FKDM, Jumantik, serta pihak kesehatan,” ujarnya.
Penyuluhan dan Pemantauan Puskesmas Sukamulya
Sebagai tindak lanjut lanjutan, pada hari ini, kegiatan pencegahan diperkuat dengan penyuluhan dan pemantauan langsung dari Puskesmas Sukamulya. Kegiatan tersebut dilakukan dengan meninjau langsung ke lokasi, didampingi oleh kader Jumantik dan Ketua RT setempat.
Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, tenaga kesehatan Puskesmas Sukamulya memberikan penjelasan kepada warga terkait pencegahan dan penanganan DBD, termasuk pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menjaga kebersihan lingkungan, serta mengenali gejala awal DBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Tenaga kesehatan juga menegaskan bahwa fogging bukan merupakan solusi utama dalam pencegahan DBD, melainkan hanya bersifat sementara. Pencegahan yang efektif tetap bertumpu pada perilaku hidup bersih dan sehat serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk.
Sinergi antara FKDM, kader Jumantik, Puskesmas, RT, dan warga ini menjadi contoh nyata kerja sama lintas peran dalam merespons laporan masyarakat secara cepat dan terukur, guna menekan risiko penyebaran DBD sejak dini.
(Solihin/Bejo)










