BeritaPolri

Apel Gelar Pasukan Ops Keselamatan Candi 2026 Digelar, Polresta Pati Tegaskan Komitmen Lalu Lintas Aman dan Humanis

10
×

Apel Gelar Pasukan Ops Keselamatan Candi 2026 Digelar, Polresta Pati Tegaskan Komitmen Lalu Lintas Aman dan Humanis

Sebarkan artikel ini

Pati, Ceklisdua.net – Polresta Pati menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026 di halaman Mapolresta Pati, Senin (2/2/2026) pagi. Apel yang berlangsung pukul 07.30 hingga 08.00 WIB tersebut dipimpin Plt Wakapolresta Pati, Kompol Anwar, mewakili Kapolresta Pati.

Apel gelar pasukan ini menjadi penanda dimulainya Operasi Keselamatan Candi 2026, sekaligus sarana pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung operasi di lapangan.

Dalam amanat Kapolda Jawa Tengah yang dibacakan Kompol Anwar, disampaikan bahwa dinamika permasalahan lalu lintas terus berkembang seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, pertumbuhan penduduk, serta pesatnya kemajuan transportasi berbasis digital.

“Situasi ini menuntut Polri, khususnya fungsi lalu lintas, untuk terus berinovasi dan menghadirkan pelayanan yang presisi, prediktif, responsibel, dan berkeadilan,” ujar Kompol Anwar.

Ia menegaskan, apel gelar pasukan memiliki peran strategis untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektoral agar pelaksanaan operasi berjalan efektif dan optimal.

“Apel ini bertujuan memastikan seluruh unsur yang terlibat benar-benar siap, sehingga Operasi Keselamatan Candi 2026 dapat berjalan sesuai sasaran,” lanjutnya.

Operasi Keselamatan Candi 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai upaya cipta kondisi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif terhadap berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Fokus utama operasi adalah pencegahan kecelakaan melalui edukasi, pengawasan, serta penegakan hukum yang mengedepankan pendekatan humanis,” kata Kompol Anwar.

Dalam amanat tersebut juga dipaparkan capaian positif kinerja lalu lintas di Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2025 tercatat 522.589 pelanggaran, turun 25 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 692.374 pelanggaran.

“Penindakan tilang juga mengalami penurunan signifikan, yakni 32 persen, dari 256.247 lembar pada 2024 menjadi 174.993 lembar pada 2025,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah teguran terhadap pelanggar lalu lintas turut menurun 20 persen, dari 436.127 teguran pada 2024 menjadi 347.596 teguran di tahun 2025, atau berkurang sebanyak 88.531 teguran.

“Capaian ini menunjukkan tren yang positif. Namun, peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas tetap harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegas Kompol Anwar.

Pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, penindakan akan dilakukan melalui penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis maupun mobile, disertai pemberian teguran terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

“Penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dan humanis, dengan fokus pada pelanggaran yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.

Menutup amanat, Kompol Anwar berpesan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga integritas, menghindari tindakan kontraproduktif, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Jadikan Operasi Keselamatan Candi 2026 sebagai momentum membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri,” pungkasnya.

Zae, C.BJ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *