BeritaOlahraga

Green Force Mengamuk! GBT Bisa Jadi Neraka untuk Bhayangkara

11
×

Green Force Mengamuk! GBT Bisa Jadi Neraka untuk Bhayangkara

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, CeklisDua.net – Atmosfer panas dipastikan menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2) malam. Pekan ke-21 Super League 2026 menghadirkan duel sarat tensi antara Persebaya Surabaya kontra Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Tiga poin memang jadi target utama. Namun, bagi Bajol Ijo, laga ini lebih dari sekadar angka di klasemen ini soal menjaga konsistensi.

Persebaya tengah berada dalam grafik menanjak. Koleksi 35 poin menempatkan mereka di posisi kelima klasemen sementara. Jarak dengan empat besar kian tipis. Kemenangan meyakinkan 3-1 atas Bali United pekan lalu menjadi bukti kematangan permainan Green Force. Dalam lima laga terakhir, sepuluh gol sukses dibukukan rata-rata dua gol per pertandingan.

Pelatih Bernardo Tavares perlahan membentuk identitas permainan yang jelas: disiplin bertahan, cepat saat transisi, dan efektif memaksimalkan peluang. Persebaya tak lagi hanya mengandalkan determinasi, tetapi juga taktik yang terstruktur. Build-up rapi dari lini belakang, pergerakan tanpa bola yang dinamis, hingga pressing kolektif menjadi ciri permainan musim ini.

Dukungan puluhan ribu Bonek di GBT diprediksi menjadi energi tambahan. Bermain di kandang sendiri selalu memberi dimensi berbeda bagi Persebaya. Intensitas biasanya langsung tinggi sejak menit awal, memaksa lawan bermain di bawah tekanan.

Namun, Bhayangkara FC bukan lawan sembarangan. Meski kini tertahan di papan tengah, The Guardian punya reputasi sebagai tim yang kerap menyulitkan klub-klub besar. Kekalahan tipis 1-2 dari Borneo FC pekan lalu menjadi bahan evaluasi serius.

Konsistensi memang jadi problem mereka musim ini.
Di bawah arahan Paul Munster, Bhayangkara membawa misi bangkit. Munster tentu memahami karakter Persebaya. Pengalamannya menangani Bajol Ijo musim lalu bisa menjadi modal membaca pola permainan tuan rumah.

Secara taktik, Bhayangkara dikenal efektif memanfaatkan bola mati dan serangan balik cepat. Transisi bertahan ke menyerang mereka kerap jadi senjata kejutan.

Rekam jejak lima pertemuan terakhir menunjukkan duel relatif berimbang, meski Persebaya sedikit unggul. Fakta ini menegaskan bahwa pertandingan berpotensi berjalan ketat, terutama jika Bhayangkara mampu meredam agresivitas awal tuan rumah.

Secara statistik performa, Persebaya memang lebih stabil. Lima laga terakhir dilalui tanpa kekalahan dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Produktivitas gol tinggi, lini belakang juga relatif solid. Sebaliknya, Bhayangkara masih inkonsisten dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan dalam lima laga terakhir.

Kunci pertandingan ada pada siapa yang mampu mengontrol tempo. Jika Persebaya bisa mencetak gol cepat, laga berpotensi dikuasai sepenuhnya. Namun bila Bhayangkara mampu bertahan disiplin dan memanfaatkan celah lewat bola mati, kejutan bukan hal mustahil.
Di atas kertas, Bajol Ijo diunggulkan.

Momentum, mental tanding, serta dukungan publik GBT menjadi pembeda. Tetapi sepak bola selalu menyisakan ruang drama. Sabtu malam nanti, GBT akan menjadi panggung pembuktian: apakah Persebaya benar-benar konsisten sebagai penantang papan atas, atau Bhayangkara yang mencuri sorotan.

Pewarta: EKO, S.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *