Uncategorized

AKP Adik Agus Putrawan s.H.,M.H.: Peringatkan Jumat Agung Dapat Menjadi Inpirasi Pelayanan Masyarakat Berintegritas

21
×

AKP Adik Agus Putrawan s.H.,M.H.: Peringatkan Jumat Agung Dapat Menjadi Inpirasi Pelayanan Masyarakat Berintegritas

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, CeklisDua.net – Peringatan Jumat Agung yang jatuh pada Jumat (3/4/2026) dimaknai tidak sekadar sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai momentum refleksi nilai kemanusiaan dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut disampaikan AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., di sela pengamanan ibadah umat Kristiani di Surabaya. (3/4/2026)

Peringatan Jumat Agung menjadi momen sakral bagi umat Kristiani untuk mengenang wafatnya Yesus Kristus di kayu salib. Ibadah berlangsung khidmat di berbagai gereja dengan nuansa sederhana, doa, serta perenungan mendalam.

Selain umat Kristiani, perhatian juga datang dari aparat kepolisian. AKP Adik Agus Putrawan selaku Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyoroti relevansi nilai-nilai spiritual tersebut dalam tugas pelayanan publik.

Peringatan berlangsung pada Jumat, 3 April 2026, sebagai bagian dari rangkaian Pekan Suci.

Kegiatan ibadah digelar di sejumlah gereja di Surabaya dengan pengamanan aparat, memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib.

Menurut Adik Agus, nilai pengorbanan, kasih, dan pengampunan yang diajarkan dalam peristiwa Jumat Agung memiliki relevansi kuat dalam kehidupan modern, khususnya bagi aparat penegak hukum. “Semangat pengorbanan menjadi landasan moral dalam menjalankan tugas, termasuk dalam pemberantasan narkoba yang penuh tantangan,” ujarnya

Ia menegaskan, perang melawan narkotika tidak hanya membutuhkan strategi, tetapi juga integritas, keberanian, dan keikhlasan dalam melindungi generasi muda dari ancaman serius.

Peringatan berlangsung dengan pengamanan ketat namun humanis. Aparat kepolisian bersinergi dengan pengurus gereja dan masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Umat menjalani ibadah dengan penuh kekhusyukan, sementara suasana kota relatif aman dan terkendali.

Lebih jauh, Adik Agus mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen ini sebagai penguat nilai toleransi antarumat beragama. Ia menilai, harmoni yang terjaga di Surabaya menjadi bukti bahwa keberagaman dapat dirawat dengan saling menghormati.

“Jumat Agung bukan hanya seremoni tahunan, tetapi pengingat untuk terus menanamkan nilai kemanusiaan, integritas, dan persatuan,” tegasnya.

Dengan situasi yang kondusif, peringatan tahun ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial sekaligus menjadi inspirasi bagi aparat maupun masyarakat dalam menjalankan peran masing-masing secara bertanggung jawab.

Penulis: EKO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *