BeritaPendidikan

Kesempatan Kedua Itu Nyata: PKBM Bina Generasi Buka Jalan bagi Anak Putus Sekolah di Tangerang

22
×

Kesempatan Kedua Itu Nyata: PKBM Bina Generasi Buka Jalan bagi Anak Putus Sekolah di Tangerang

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Tangerang, CeklisDua.net — Di sebuah ruang kelas sederhana, seorang remaja tampak menunduk, menggenggam buku dengan ragu. Bukan karena tak mampu membaca, tetapi karena ia pernah kehilangan kesempatan untuk melanjutkan sekolah.

Kisah seperti ini bukan satu-dua. Di Kabupaten Tangerang, masih banyak anak yang terpaksa berhenti sekolah karena faktor ekonomi, pekerjaan, atau kondisi keluarga. Namun kini, secercah harapan kembali terbuka.

Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Generasi, kesempatan kedua itu hadir.

Lembaga pendidikan kesetaraan ini kembali membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, khusus bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan melalui jalur Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA).

Yang membuatnya berbeda, program ini ditujukan secara khusus bagi anak putus sekolah dengan usia maksimal 21 tahun—bahkan disebut tanpa biaya.

Ketua Yayasan PKBM Bina Generasi, Bagus Muhamad Risal, mengatakan bahwa kehadiran PKBM bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi ruang harapan.

“Banyak dari mereka sebenarnya punya keinginan kuat untuk sekolah, tapi keadaan tidak memungkinkan. Di sini, kami ingin mengembalikan harapan itu,” ujarnya.

Di PKBM Bina Generasi, para “warga belajar” datang dari berbagai latar belakang. Ada yang bekerja sebagai buruh, membantu orang tua, bahkan ada yang sempat benar-benar meninggalkan bangku pendidikan bertahun-tahun.

Kepala Sekolah, Abdul Kholik, S.Pd., menyebut bahwa sistem pembelajaran dibuat fleksibel agar tidak menjadi beban tambahan bagi mereka.

“Kami memahami kondisi mereka. Karena itu, pembelajaran kami sesuaikan, ada yang hybrid, ada juga yang berbasis digital, supaya tetap bisa belajar tanpa meninggalkan pekerjaan,” jelasnya.

Tak hanya itu, PKBM Bina Generasi juga membekali peserta didik dengan pendidikan karakter dan keterampilan hidup. Bahkan, peluang beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi juga terbuka bagi mereka yang berprestasi.

Bagi sebagian orang, sekolah mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi mereka yang pernah kehilangan, bangku kelas adalah mimpi yang sempat tertunda.

Kini, melalui PKBM Bina Generasi, mimpi itu perlahan dipanggil kembali.
Pendaftaran dibuka hingga Juni 2026. Harapannya sederhana, namun bermakna besar: tak ada lagi anak yang merasa terlambat untuk belajar.

 

Deden M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *