Berita

Ratusan Ojol Demo di DPRD Jatim, Bawa Tiga Tuntutan

23
×

Ratusan Ojol Demo di DPRD Jatim, Bawa Tiga Tuntutan

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Ceklisdua.net – Aksi unjuk rasa pengemudi ojek online (ojol) kembali mengguncang jalanan Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2026). Massa yang tergabung dalam Aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (DOBRAK) bergerak dari kawasan Jalan Frontage Ahmad Yani menuju Kantor DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura. Pergerakan tersebut langsung memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah titik yang dilalui rombongan.

 

Ratusan driver ojek online menggelar aksi demonstrasi menolak kebijakan tarif murah yang diberlakukan oleh sejumlah aplikator. Mereka menuntut keadilan tarif serta penghapusan program yang dinilai merugikan pengemudi.

 

Aksi ini diikuti oleh driver ojol roda dua dan roda empat yang tergabung dalam Aliansi DOBRAK. Aparat kepolisian turut terlibat dalam pengamanan dan pengawalan jalannya aksi.

 

Massa mulai bergerak sekitar pukul 09.25 WIB setelah sebelumnya berkumpul sejak pagi hari di sekitar Bundaran Waru, dekat kawasan CITO Mall, dan Jalan Frontage Ahmad Yani.

 

Titik kumpul berada di Jalan Frontage Ahmad Yani, Surabaya. Selanjutnya massa bergerak menuju sejumlah kantor pemerintahan, seperti Diskominfo dan Dinas Perhubungan (Dishub), sebelum berakhir di Kantor DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura.

 

Para driver memprotes kebijakan tarif murah yang dianggap menekan pendapatan mereka. Selain itu, mereka menyoroti praktik aplikator yang dinilai membuat program merugikan driver. Massa mendesak pemerintah untuk turun tangan dan memberikan sanksi tegas terhadap aplikator yang tidak berpihak kepada pengemudi.

 

Massa bergerak secara konvoi menggunakan sepeda motor dan mobil dengan kecepatan rendah. Sebagian ruas jalan dipadati kendaraan peserta aksi, sehingga arus lalu lintas tersendat. Para peserta terlihat mengenakan atribut khas ojol, lengkap dengan jaket masing-masing platform, serta mengibarkan bendera organisasi.

 

Di sepanjang rute, aparat kepolisian tampak melakukan pengawalan untuk menjaga ketertiban. Meski demikian, hingga aksi berlangsung belum terlihat adanya rekayasa atau pengalihan arus lalu lintas secara signifikan.

Humas DOBRAK Jatim, Samuel Grandy, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes serius terhadap kebijakan aplikator.

“Kami akan mendatangi beberapa kantor pemerintahan seperti Diskominfo dan Dishub, kemudian finish di DPRD Jatim. Tuntutan kami jelas, tolak tarif murah dan beri sanksi aplikator nakal,” ujarnya.

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *