BeritaPeristiwa

Ngeriiii Ratusan Siswa Surabaya Jadi Korban MBG, Diduga Keracunan Menu Olahan Daging

16
×

Ngeriiii Ratusan Siswa Surabaya Jadi Korban MBG, Diduga Keracunan Menu Olahan Daging

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Ceklisdua.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah diduga menyebabkan ratusan siswa keracunan makanan di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, Senin (11/5/2026). Sedikitnya 200 siswa dari 12 sekolah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan program MBG yang dibagikan pada siang hari.

 

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, Tyas Pranadani mengungkapkan dugaan awal keracunan mengarah pada menu olahan daging yang disajikan kepada para siswa. Pihaknya bergerak cepat melakukan penanganan medis serta berkoordinasi dengan pihak penyedia makanan atau SPPG untuk menarik seluruh makanan yang belum dikonsumsi.

 

“SPPG menarik semua makanan. Jadi makanan-makanan yang belum dikonsumsi semua ditarik,” ujar Tyas kepada wartawan di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya.

 

Langkah penarikan dilakukan guna mencegah bertambahnya korban serta memastikan keamanan makanan yang telah terdistribusi ke sekolah-sekolah lainnya. Selain itu, sampel makanan program MBG juga langsung dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BLK) guna dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.

 

Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pengawasan program MBG yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak sekolah, namun justru berulang kali memunculkan persoalan kesehatan.

 

Tyas menegaskan pihak SPPG Tembok Dukuh menyatakan siap bertanggung jawab atas insiden tersebut, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak keracunan makanan.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Jawa Timur telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung terkait penanganan korban dan situasi di lapangan.

 

Menurut Emil, kewenangan pemberian sanksi terhadap penyelenggara MBG berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN) yang selama ini melakukan pengawasan terhadap SPPG. Ia menyebut, BGN sebelumnya juga telah memberikan sanksi terhadap sejumlah penyelenggara yang terlibat insiden serupa.

 

“Kami terus melakukan evaluasi apakah kemudian setelah dikasih sanksi ada perbaikan atau tidak,” kata Emil.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama instansi terkait disebut masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas pengawasan program MBG agar kasus dugaan keracunan massal serupa tidak kembali terulang.

 

Hingga kini, hasil laboratorium terhadap sampel makanan masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut. Sementara para orang tua siswa berharap ada tindakan tegas terhadap pihak yang lalai karena keselamatan anak-anak dinilai tidak boleh dijadikan taruhan dalam program pemerintah.

 

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *