BeritaPolri

Ratusan Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Kapolsek Bubutan dan Wakapolsek Turun Langsung Cek Korban

17
×

Ratusan Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Kapolsek Bubutan dan Wakapolsek Turun Langsung Cek Korban

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Ceklisdua.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam setelah ratusan siswa di kawasan Tembok Dukuh diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu MBG pada Senin (11/5/2026).

 

Sedikitnya 200 siswa dari 12 sekolah dilaporkan mengalami mual, muntah, sakit perut hingga lemas setelah mengonsumsi makanan program pemerintah tersebut. Dugaan sementara, keracunan berasal dari menu olahan daging yang disajikan kepada para siswa.

 

Kapolsek Sandi Putra didampingi Wakapolsek Widodo turun langsung melakukan pengecekan terhadap para korban serta memantau situasi penanganan di lapangan. Kehadiran jajaran kepolisian dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman sekaligus mengantisipasi keresahan masyarakat akibat insiden tersebut.

 

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, Tyas Pranadani mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami gejala keracunan massal.

 

Menurut Tyas, dugaan awal mengarah pada makanan olahan daging dalam paket MBG yang dikonsumsi siswa saat jam makan siang. Untuk mencegah korban bertambah, pihak SPPG langsung menarik seluruh makanan yang belum dikonsumsi.

 

“SPPG menarik semua makanan. Jadi makanan-makanan yang belum dikonsumsi semua ditarik,” tegas Tyas saat ditemui di RS Ibu dan Anak IBI.

Tak hanya itu, sampel makanan MBG juga dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan guna dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

 

Kasus ini memantik perhatian publik lantaran program MBG yang seharusnya meningkatkan gizi anak sekolah justru kembali memunculkan persoalan serius terkait kualitas dan pengawasan makanan.

 

Pihak SPPG Tembok Dukuh disebut siap bertanggung jawab atas insiden tersebut, termasuk menanggung biaya pengobatan para siswa yang terdampak.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Jawa Timur telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

 

Menurut Emil, evaluasi terhadap penyelenggara MBG akan terus dilakukan bersama Badan Gizi Nasional selaku pihak yang memiliki kewenangan memberikan sanksi terhadap penyelenggara program.

 

Hingga kini hasil uji laboratorium masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut. Orang tua siswa berharap pemerintah dan pihak terkait bertindak tegas terhadap pihak yang lalai karena keselamatan anak-anak tidak boleh dijadikan taruhan dalam program apa pun.

 

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *