BBM SubsidiBeritaHukumIlegalKriminal

Wartawan Di Intimidasi Dan Jadi Korban Kekerasan Fisik Oleh Mafia BBM Subsidi di Tanggeung Cianjur Selatan

28
×

Wartawan Di Intimidasi Dan Jadi Korban Kekerasan Fisik Oleh Mafia BBM Subsidi di Tanggeung Cianjur Selatan

Sebarkan artikel ini

Wartawan Di Intimidasi Dan Jadi Korban Kekerasan Fisik Oleh Mafia BBM Subsidi di Tanggeung Cianjur Selatan

Cianjur, Ceklisdua.net– Seorang wartawan di Kabupaten Cianjur diduga mengalami intimidasi dan kekerasan fisik saat melakukan investigasi terkait dugaan penimbunan BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite di wilayah hukum Polsek Tanggeung, Selasa (26/05/2026).

Peristiwa tersebut dialami oleh wartawan bernama Iwan saat sedang melakukan dokumentasi di sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM bersubsidi. Gudang tersebut disebut berada di wilayah hukum Polsek Tanggeung dan diduga milik seseorang bernama Eman.

Menurut informasi yang dihimpun, saat Iwan mengambil dokumentasi untuk kebutuhan pemberitaan, aksinya diketahui oleh seseorang yang diduga terkait dengan aktivitas penimbunan BBM subsidi tersebut.

Tanpa disadari, Iwan kemudian dicari keberadaan nya sehingga ketemu di SPBU 34.43233 Patrol Cibinong. Setibanya di lokasi, mobil yang dikendarai Iwan langsung dihadang oleh satu orang yang diduga mafia BBM bersubsidi.

Tidak hanya itu, kaca pintu mobil milik Iwan disebut dipecahkan oleh pelaku. Akibat kejadian tersebut, Iwan mengalami luka di kedua lengannya akibat terkena pecahan kaca.

Selain mengalami kerusakan kendaraan, Iwan juga mengaku mendapatkan tindakan kekerasan fisik dari oknum yang diduga terlibat dalam mafia BBM bersubsidi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pelaku kekerasan terhadap wartawan tersebut diduga bernama Cengceng alias Gedag.

Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, khususnya terhadap tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.

“Kekerasan terhadap wartawan merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers. Aparat penegak hukum harus segera bertindak tegas dan mengusut pelaku tanpa pandang bulu,” ujar salah satu rekan wartawan di Cianjur.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Tanggeung terkait dugaan intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan tersebut, maupun terkait dugaan aktivitas penimbunan BBM bersubsidi di lokasi yang dimaksud.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *