BeritaWisata

Pagelaran Reog di Taman Bungkul Diserbu Warga, Hiburan Rakyat Dongkrak Omzet Pedagang

10
×

Pagelaran Reog di Taman Bungkul Diserbu Warga, Hiburan Rakyat Dongkrak Omzet Pedagang

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Ceklisdua.net – Pagelaran seni budaya Reog yang digelar di lapangan Taman Bungkul, Surabaya, Sabtu (27/6/2026), menjadi magnet bagi masyarakat. Sejak pukul 15.30 WIB, kawasan ruang terbuka hijau tersebut dipadati warga yang datang untuk menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional yang berlangsung hingga pukul 17.38 WIB.

 

Ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia, terlihat memenuhi area pertunjukan. Mereka tampak antusias menyaksikan setiap atraksi yang ditampilkan para pemain Reog. Sejumlah penonton bahkan mengabadikan momen menggunakan telepon genggam, sementara lainnya memberikan tepuk tangan setiap kali atraksi berhasil memukau penonton.

 

Keramaian tidak hanya terjadi di area pertunjukan. Di sepanjang sisi taman, puluhan pedagang memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan beragam dagangan, seperti makanan siap saji, jajanan tradisional, minuman dingin, minuman hangat, mainan anak, hingga aneka pernak-pernik. Ramainya pengunjung membuat aktivitas jual beli berlangsung sejak pertunjukan dimulai.

 

Dalam jalannya pertunjukan, sejumlah warga juga memberikan saweran kepada para pemain Reog sebagai bentuk apresiasi atas penampilan mereka. Pemberian saweran dilakukan secara sukarela dan tidak dipungut biaya maupun diwajibkan oleh pihak mana pun. Para pemain tetap melanjutkan pertunjukan dengan penuh semangat hingga acara berakhir sekitar pukul 17.38 WIB.

 

Usai pagelaran selesai, kerumunan pengunjung langsung beralih memenuhi lapak-lapak pedagang kuliner. Salah satu jajanan yang paling banyak diminati adalah lumpia. Beberapa pedagang tampak kewalahan melayani pembeli yang datang silih berganti. Dalam waktu singkat, stok dagangan mereka berkurang drastis karena tingginya permintaan.

 

Momen tersebut menjadi berkah bagi para pelaku usaha mikro yang berjualan di sekitar Taman Bungkul. Ramainya pengunjung yang menikmati hiburan rakyat berdampak langsung pada meningkatnya omzet pedagang. Senyum para penjual pun terlihat saat dagangan mereka laris diborong masyarakat.

 

Pagelaran Reog di Taman Bungkul tidak hanya menjadi sarana hiburan sekaligus upaya melestarikan kesenian tradisional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Antusiasme warga yang memadati lokasi menunjukkan bahwa pertunjukan budaya tetap memiliki daya tarik kuat sekaligus mampu menggerakkan aktivitas usaha kecil di ruang publik Kota Surabaya.

 

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *