BeritaOrganisasiPeristiwa

Arek Suroboyo Geruduk Ormas Madas: Surabaya Lawan Premanisme

44
×

Arek Suroboyo Geruduk Ormas Madas: Surabaya Lawan Premanisme

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Ceklisdua.net – Ratusan Arek Suroboyo menggeruduk kantor DPC organisasi kemasyarakatan (ormas) Madas di Jalan Marmoyo, Surabaya, Jumat (26/12). Aksi tersebut menjadi ekspresi kemarahan publik terhadap dugaan praktik premanisme yang dinilai mencederai nilai kemanusiaan dan mengancam ketertiban Kota Pahlawan.

 

Dengan konvoi sepeda motor, massa bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan utama sebelum berkumpul di depan kantor ormas. Mereka meneriakkan penolakan tegas terhadap segala bentuk intimidasi, kekerasan, dan tindakan sewenang-wenang yang dianggap meresahkan warga.

 

“Surabaya bukan kota preman. Tidak boleh ada kelompok mana pun yang merasa paling berkuasa dan bertindak di luar hukum,” teriak salah satu orator aksi.

Perwakilan massa, Purnama, menyampaikan tuntutan agar aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap ormas yang dinilai kerap menimbulkan keresahan. Ia menegaskan bahwa keberadaan ormas seharusnya membawa manfaat sosial, bukan justru menebar ketakutan di tengah masyarakat.

 

 

Aksi ini juga menyoroti dugaan pengusiran terhadap Nenek Elina Widjajanti (80) yang dinilai tidak manusiawi dan melanggar rasa keadilan publik. Massa mendesak aparat mengusut tuntas peristiwa tersebut serta memastikan perlindungan hukum bagi warga lanjut usia. Tak berhenti di situ, massa meminta pemerintah daerah dan kementerian terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap legalitas dan aktivitas ormas. Pemberian izin ormas dinilai harus lebih selektif agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu yang berpotensi merusak harmoni sosial.

 

Usai menyampaikan aspirasi di kantor DPC, ratusan Arek Suroboyo melanjutkan aksi ke kantor PAC Madas sebagai lanjutan tekanan moral. Langkah ini dipicu oleh sejumlah pernyataan dan tindakan ormas tersebut yang dinilai provokatif, termasuk ancaman melumpuhkan aktivitas Kota Surabaya.

Gelombang aksi ini menandai bangkitnya solidaritas warga. Arek Suroboyo menyatakan sikap: melawan premanisme, menjaga martabat kota, dan berdiri di sisi kemanusiaan.

 

Penulis: Eko, S.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *