BeritaPeristiwa

“Biadab! Lawan Arus, Pria Beratribut TNI AL Hadang Ambulans, Nyawa Pasien Nyaris Jadi Korban”

7
×

“Biadab! Lawan Arus, Pria Beratribut TNI AL Hadang Ambulans, Nyawa Pasien Nyaris Jadi Korban”

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Ceklisdua.net – Senin sore yang seharusnya menjadi momen penyelamatan nyawa justru berubah menjadi insiden yang memicu kemarahan publik. Sebuah ambulans yang tengah membawa misi kemanusiaan terhambat oleh aksi arogan seorang pemotor di Jalan Bengawan, Surabaya. 1/5/2026

 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Varhan Aditya, sopir ambulans YDSF, tengah menjalankan tugas darurat menjemput pasien dari RS William Booth untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo.

 

Dengan sirine meraung dan lampu rotator menyala, ambulans melaju di jalur prioritas. Namun situasi mendadak berubah ketika seorang pemotor muncul dari arah berlawanan.

 

Bukan sekadar melintas, pemotor tersebut nekat melawan arus di jalan yang telah dilengkapi pembatas. Ketegangan memuncak saat kendaraan itu berhadapan langsung dengan ambulans.

 

Alih-alih memberi jalan, pemotor yang mengenakan atribut TNI AL justru berhenti dan menghadang laju ambulans.

Situasi semakin memanas. Berdasarkan keterangan di lapangan, pemotor tersebut tidak menunjukkan itikad baik. Ia justru membentak sopir ambulans dan melontarkan kata-kata kasar.

 

Aksi yang paling disesalkan terjadi saat pria itu menggebrak kap ambulans dengan tangan kosong padahal posisinya jelas berada di jalur yang salah.

 

Perdebatan pun tak terhindarkan. Akibat insiden tersebut, ambulans tertahan selama kurang lebih 10 hingga 15 menit. Dalam kondisi darurat, waktu tersebut sangat krusial dan dapat menentukan keselamatan pasien.

 

Beruntung, setelah ketegangan mereda, ambulans akhirnya dapat melanjutkan perjalanan. Pasien berhasil tiba di rumah sakit rujukan dalam kondisi selamat.

Peristiwa ini langsung menuai reaksi keras dari masyarakat. Warganet ramai mengecam sikap pemotor tersebut yang dinilai tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga mengabaikan nilai kemanusiaan.

 

Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa kendaraan darurat seperti ambulans memiliki prioritas di jalan raya dan setiap detik yang terhambat bisa berarti nyawa yang dipertaruhkan.

 

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *