BeritaKriminalPeristiwa

ESK Camat Pakal Surabaya Diduga Tipu Warga Rp 200 Juta Lewat Rekrutmen Kerja

11
×

ESK Camat Pakal Surabaya Diduga Tipu Warga Rp 200 Juta Lewat Rekrutmen Kerja

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, CeklisDua.net – Dugaan praktik penipuan berkedok janji pekerjaan kembali mencuat di Kota Surabaya, Jawa Timur. Seorang mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pernah menjabat sebagai Camat Pakal berinisial DSK, diduga menipu sejumlah warga dengan iming-iming dapat memasukkan tenaga kerja alih daya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

 

DSK diduga melakukan penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai tenaga alih daya kepada warga. Dalam aksinya, korban diminta menyerahkan sejumlah uang sebagai syarat agar bisa diterima bekerja. Namun hingga saat ini, pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi.

 

Terduga pelaku adalah DSK, mantan Camat Pakal. Salah satu korban bernama Cholifah, warga Dupak Tengah, Surabaya, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kue pasar. Ia menjadi korban setelah tergiur janji pekerjaan untuk anaknya.

 

Kasus ini bermula pada Oktober 2025, saat korban pertama kali mendapat tawaran dari terduga pelaku.

 

Peristiwa ini terjadi di wilayah Surabaya, Jawa Timur, khususnya terkait interaksi antara korban dan pelaku yang berlangsung secara langsung.

 

Korban percaya karena pelaku merupakan mantan pejabat publik yang dinilai memiliki akses dan koneksi di lingkungan Pemkot Surabaya. Status tersebut membuat korban yakin bahwa janji pekerjaan tersebut dapat direalisasikan.

 

Pelaku meyakinkan korban bahwa ia dapat membantu memasukkan anak korban sebagai tenaga alih daya. Untuk itu, korban diminta menyerahkan uang secara bertahap. Total uang yang diserahkan mencapai Rp 25 juta. Namun setelah uang diberikan, tidak ada kejelasan terkait pekerjaan yang dijanjikan.

 

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja yang tidak melalui jalur resmi, terlebih jika disertai permintaan sejumlah uang. Diharapkan pihak berwenang segera menindaklanjuti dugaan ini agar tidak ada lagi korban serupa di kemudian hari.

 

Penulis: EKO. S.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *