BeritaSorotan

Jasa Penukaran Uang Baru Marak Jelang Idul Fitri, Penjaja Akui Hanya Penjual Lapangan

12
×

Jasa Penukaran Uang Baru Marak Jelang Idul Fitri, Penjaja Akui Hanya Penjual Lapangan

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Tangerang, CeklisDua.net – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, jasa penukaran uang baru mulai marak terlihat di sejumlah ruas jalan. Salah satunya di Jalan Raya Sentiong, Kabupaten Tangerang, pada Senin (16/03/2026), di mana beberapa penjaja tampak menawarkan layanan penukaran uang pecahan baru kepada pengendara yang melintas.

Fenomena ini menarik perhatian masyarakat, mengingat kebutuhan uang pecahan kecil biasanya meningkat menjelang lebaran untuk keperluan berbagi kepada sanak saudara maupun anak-anak saat hari raya.
Terkait hal tersebut, jurnalis Ceklisdua.net melakukan penelusuran serta mewawancarai beberapa penjaja jasa penukaran uang baru yang beroperasi di lokasi tersebut.

Salah seorang penjaja uang baru yang mengaku berasal dari Perumahan Permata Balaraja menuturkan bahwa dirinya hanya bertugas menjajakan atau menawarkan jasa penukaran kepada masyarakat. Menurutnya, uang pecahan baru yang mereka tawarkan berasal dari pihak lain yang memasok.

“Kami di sini hanya menjajakan saja, ada bos yang memasok uangnya,” ujarnya kepada jurnalis Ceklisdua.net saat ditemui di Jalan Raya Sentiong.

Ia juga menjelaskan, untuk setiap penukaran uang senilai Rp100.000, dikenakan biaya jasa sebesar Rp15.000. Dari jumlah tersebut, para penjaja lapangan hanya menerima upah sekitar Rp2.000 per transaksi.

“Kalau tukar Rp100 ribu, biayanya Rp15 ribu. Dari situ kami paling dapat sekitar Rp2 ribu,” jelasnya.

Meski demikian, aktivitas jasa penukaran uang baru di pinggir jalan ini tetap menjadi pilihan sebagian masyarakat karena dinilai lebih praktis dibandingkan harus menukar uang di bank yang terkadang memerlukan antrean.

Namun demikian, masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati ketika melakukan penukaran uang di tempat-tempat tidak resmi serta memastikan keaslian uang yang diterima.

Maraknya jasa penukaran uang baru menjelang Idul Fitri sendiri menjadi fenomena ekonomi musiman yang hampir selalu muncul setiap tahun di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Tangerang.

 

Solihin/Bejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *