Bagan Siapi-api, Riau, Ceklisdua.net – Dugaan maraknya praktik penipuan dengan modus “rodes” dari dalam Lapas Kelas II A Bagan Siapi-api terus menuai sorotan. Tidak hanya itu, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada pihak lapas pun menemui kendala.
Saat sejumlah awak media mendatangi Lapas Kelas II A Bagan Siapi-api untuk meminta klarifikasi langsung kepada Kepala Lapas, mereka tidak berhasil bertemu. Petugas yang berada di lokasi menyampaikan bahwa kepala lapas sedang tidak berada di tempat.
Ironisnya, kunjungan tersebut dilakukan pada hari dan jam kerja. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan awak media dan masyarakat, mengingat isu yang beredar sudah cukup serius dan membutuhkan penjelasan resmi dari pihak terkait.
“Kami datang untuk konfirmasi, tapi disampaikan pimpinan tidak ada di tempat. Padahal ini hari kerja, seharusnya bisa memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi liar,” ujar salah satu awak media di lokasi.
Lebih lanjut, sikap tertutup yang ditunjukkan pihak lapas menimbulkan kesan seolah-olah ada hal yang sengaja ditutup-tutupi dari awak media. Beberapa petugas terkesan enggan memberikan informasi lebih lanjut dan hanya memberikan jawaban singkat tanpa penjelasan yang jelas.
Kondisi tersebut memicu kecurigaan publik bahwa dugaan praktik penyewaan handphone kepada narapidana—yang diduga menjadi sarana utama menjalankan aksi penipuan—bukanlah isu sepele. Minimnya keterbukaan justru memperkuat asumsi adanya persoalan serius di dalam lapas yang belum diungkap ke publik.
Publik pun berharap pihak Lapas Kelas II A Bagan Siapi-api segera memberikan penjelasan terbuka serta tidak menghindari konfirmasi dari media. Transparansi dinilai penting guna menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan tidak ada pelanggaran yang dibiarkan berlarut-larut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak lapas belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan praktik penipuan maupun alasan ketidakhadiran kepala lapas saat hendak dikonfirmasi oleh awak media.
Ari Anton










