SURABAYA, CeklisDua.net – Laporan masyarakat terkait keberadaan “pak Olga” di putaran balik Jalan Kenjeran, tepatnya di dekat lokasi pengisian oksigen, menjadi sorotan karena diduga tidak ditindaklanjuti secara maksimal oleh petugas di lapangan. 13/4/2026
Warga melaporkan melalui layanan Call Center 110 adanya aktivitas “pak Olga yang kerap meminta uang kepada pengguna jalan dan dinilai meresahkan masyarakat.
Laporan diterima oleh operator 110 dan diteruskan ke Polsek Tambaksari. Dua anggota Samapta kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Pimpinan Redaksi media Ceklisdua, Eko Sukarno, turut melakukan pemantauan dan mendorong adanya tindak lanjut.
Kejadian berlangsung pada saat laporan masuk dan ditindaklanjuti dalam waktu yang sama, dengan pemantauan di lokasi berlangsung sekitar beberapa puluh menit.
Peristiwa terjadi di putaran balik Jalan Kenjeran, dekat pengisian oksigen, wilayah hukum Polsek Tambaksari, Surabaya.
Penanganan menjadi perhatian karena petugas yang datang ke lokasi diduga hanya membubarkan tanpa melakukan pengamanan lanjutan. Setelah itu, anggota terlihat berada di warung kopi (warkop) dan sempat berpindah ke lokasi besi tua yang tidak jauh dari tempat kejadian.
Setelah menerima laporan, petugas mendatangi lokasi dan membubarkan “pak Olga, Namun, sekitar 15 menit kemudian, tidak terlihat adanya pengamanan lanjutan di titik tersebut.
Setelah adanya dorongan dari pihak media, dilakukan penindakan kembali dengan mengamankan satu orang “pak olga. Sementara itu, satu orang lainnya tidak terdata atau tidak diketahui keberadaannya.
Pimpinan Redaksi Ceklisdua, Eko Sukarno, menyampaikan kekecewaannya atas penanganan tersebut. Ia menilai, apabila terdapat individu yang tidak dapat menunjukkan identitas (KTP), seharusnya dapat diamankan ke Polsek Tambaksari untuk dilakukan pendataan dan selanjutnya diserahkan ke Polrestabes Surabaya sesuai prosedur.
Pernyataan Sikap
Eko Sukarno menegaskan akan membawa laporan ini ke Polrestabes Surabaya sebagai bentuk evaluasi, agar ke depan tidak terjadi lagi penanganan laporan masyarakat yang dinilai kurang serius.
“Demi kenyamanan masyarakat, laporan ini akan saya teruskan ke Polrestabes Surabaya agar tidak ada lagi anggota yang tidak serius dalam menangani laporan warga,” tegasnya.
Redaksi










