BeritaPendidikan

Ngopi Bareng Jurnalis, Kepala SDN 1 Neglasari Dorong Sekolah Terbuka dan Bersinergi dengan Media

18
×

Ngopi Bareng Jurnalis, Kepala SDN 1 Neglasari Dorong Sekolah Terbuka dan Bersinergi dengan Media

Sebarkan artikel ini

Garut | Ceklisdua.net – Di sebuah warung kopi sederhana di wilayah Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, jurnalis ceklisdua.com terlibat perbincangan santai namun sarat makna dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 1 Neglasari, Iwan Rohmat. Obrolan tersebut menyoroti satu isu penting yang kerap luput dibahas secara terbuka, yakni hubungan antara lembaga pendidikan dan media.

Dalam diskusi tersebut, Iwan Rohmat menegaskan bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, sekolah tidak seharusnya bersikap tertutup terhadap media. Menurutnya, masih ada pandangan di sebagian institusi pendidikan yang menganggap media hanya hadir saat terjadi persoalan atau konflik. Pandangan ini, kata dia, perlu diluruskan.

“Media bukan hanya datang ketika ada masalah. Media adalah mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujar Iwan Rohmat.

Sebagai kepala sekolah sekaligus pengurus PGRI, Iwan menilai bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan kepada publik. Sekolah, lanjutnya, mengelola anggaran negara, menjalankan kebijakan pemerintah, serta mendidik generasi penerus bangsa, sehingga wajar jika masyarakat berhak mengetahui aktivitas dan kebijakan yang dijalankan.

Ia menambahkan, keterbukaan kepada media justru dapat mencegah munculnya informasi yang tidak akurat atau berkembangnya opini liar di tengah masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, setiap persoalan dapat dijelaskan secara proporsional dan berimbang.

“Kalau sekolah terbuka, media juga punya bahan yang jelas. Ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antara sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan Rohmat juga mendorong agar sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Pakenjeng, khususnya jenjang dasar, mulai membangun pola komunikasi yang sehat dengan insan pers. Ia menilai sinergi ini tidak hanya bermanfaat bagi sekolah, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Menurutnya, banyak kegiatan positif di lingkungan sekolah yang selama ini jarang terpublikasikan, mulai dari inovasi pembelajaran, pembinaan karakter siswa, hingga prestasi akademik dan non-akademik. Tanpa peran media, hal-hal tersebut sering kali tidak diketahui publik.

“Padahal banyak potensi dan kerja keras guru serta siswa yang layak diapresiasi. Media bisa menjadi sarana untuk menyampaikan itu semua,” tambahnya.

Lebih jauh, Iwan Rohmat menekankan bahwa hubungan sekolah dan media harus dibangun atas dasar profesionalisme dan saling menghormati. Sekolah diharapkan terbuka dan kooperatif, sementara media menjalankan fungsi jurnalistik secara objektif, berimbang, dan sesuai kode etik.

Ia berharap, ke depan tidak ada lagi sikap saling curiga antara institusi pendidikan dan insan pers. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan seiring sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Obrolan santai di warung kopi tersebut menjadi gambaran bahwa dialog penting tidak selalu harus berlangsung di ruang formal. Dari tempat sederhana, muncul pesan kuat bahwa keterbukaan, komunikasi, dan kolaborasi antara sekolah dan media merupakan fondasi penting untuk membangun dunia pendidikan yang transparan, akuntabel, dan dipercaya publik.

Tandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *