SURABAYA, CeklisDua.net –Denyut perdagangan bahan pangan tradisional di Pasar Surya Keputran kembali menggeliat. Salah satu komoditas yang mencuri perhatian adalah kolang-kaling. Di antara deretan pedagang, nama Sholeh dikenal sebagai penjual yang konsisten menjaga kualitas dan pasokan.
Penjualan kolang-kaling mengalami peningkatan signifikan, terutama menjelang Ramadan dan musim hajatan. Komoditas berbahan dasar buah aren itu menjadi buruan masyarakat untuk kebutuhan kolak, es campur, hingga manisan.
Sholeh, pedagang kolang-kaling yang telah berjualan selama bertahun-tahun di Pasar Surya Keputran, menjadi salah satu pemasok utama bagi pembeli eceran maupun pedagang minuman. Ia mengaku menjaga kualitas sebagai kunci mempertahankan pelanggan.
“Pembeli sekarang lebih teliti. Kalau barang kurang segar, mereka tidak kembali,” ujarnya Pak Sholeh saat ditemui di lapaknya.
Aktivitas jual beli berlangsung di area dalam Pasar Surya Keputran, yang dikenal sebagai sentra bahan pangan segar di Surabaya. Lokasinya strategis dan menjadi rujukan pedagang kecil hingga pembeli rumah tangga.
Lonjakan permintaan biasanya terjadi dua hingga tiga pekan sebelum Ramadan. Namun di luar musim tersebut, kolang-kaling tetap laku karena menjadi bahan campuran minuman segar yang digemari masyarakat perkotaan.
Tingginya minat masyarakat dipicu oleh tradisi kuliner yang melekat. Kolang-kaling dianggap pelengkap wajib dalam sajian berbuka puasa. Selain itu, teksturnya yang kenyal dan rasanya yang netral membuatnya mudah dikreasikan.
Sholeh mendapatkan pasokan kolang-kaling dari petani aren di luar kota. Setelah tiba di Surabaya, kolang-kaling dibersihkan kembali dan direndam untuk menjaga kesegaran sebelum dipasarkan. Ia menjual dalam jumlah eceran maupun partai besar.
Dari sisi harga, terjadi fluktuasi mengikuti pasokan dan permintaan. Saat stok melimpah, harga cenderung stabil. Namun ketika distribusi tersendat, harga bisa naik. Meski demikian, Sholeh mengaku berupaya menjaga harga tetap kompetitif agar pelanggan tidak beralih.
Aktivitas perdagangan kolang-kaling ini menjadi cerminan dinamika pasar tradisional yang tetap bertahan di tengah gempuran ritel modern. Di Pasar Surya Keputran, relasi antara pedagang dan pembeli masih menjadi fondasi utama kepercayaan.
Pewarta: EKO, S.H.










