BeritaInfrastrukstur

PJU Miring di Jalan Kenjeran Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desak Tindakan Nyata

9
×

PJU Miring di Jalan Kenjeran Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desak Tindakan Nyata

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, CeklisDua.net – Sebuah tiang penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kenjeran tepatnya sekitar nomor 265 dilaporkan dalam kondisi miring cukup parah. Posisi tiang berada di jalur utama menuju simpang empat dengan arus lalu lintas padat setiap hari. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang melintas di sisi kiri badan jalan.

Pantauan warga, kemiringan tiang terlihat jelas dan memunculkan kekhawatiran akan potensi roboh sewaktu-waktu, terlebih saat angin kencang atau hujan deras. Jika sampai tumbang, tiang besi tersebut berpotensi menimpa kendaraan yang melintas maupun pengguna jalan lainnya.

Tiang PJU dalam kondisi miring dan berpotensi roboh sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Di Jalan Kenjeran nomor 265, Surabaya Timur, pada jalur menuju simpang empat yang ramai dilalui kendaraan.

Kondisi ini disebut telah terjadi beberapa waktu terakhir. Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan laporan, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan atau pengamanan di lokasi.

Warga sekitar dan pengguna jalan sebagai pelapor. Penanganan dan pemeliharaan PJU menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Kota Surabaya, di bawah koordinasi Pemerintah Kota Surabaya.

Diduga kemiringan terjadi akibat penurunan pondasi atau faktor usia konstruksi. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti maupun rencana tindak lanjut dari instansi terkait.

Warga mengaku telah melaporkan kondisi tersebut lebih dari satu kali melalui jalur pengaduan. Akan tetapi, belum ada respons maupun tindakan nyata di lapangan. Tidak terlihat garis pengaman, penopang sementara, ataupun tanda peringatan bagi pengguna jalan.

Minimnya respons terhadap laporan warga memunculkan pertanyaan tentang kecepatan penanganan infrastruktur publik yang berpotensi membahayakan keselamatan. Padahal, sebagai fasilitas umum yang berdiri di ruang lalu lintas aktif, PJU seharusnya masuk dalam kategori prioritas pengawasan rutin.

Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan teknis, pengamanan sementara, serta perbaikan permanen sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan. Transparansi tindak lanjut juga dinilai penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah kota.

Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai jadwal perbaikan. Gaya penyajian ini mengikuti format laporan faktual dan tajam khas Jawa Pos yang menekankan aspek keselamatan publik dan akuntabilitas instansi.

Pewarta: EKO, S.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *