BeritaPeristiwa

Pusaran Angin Mendadak Terjang Pesisir Surabaya, Warga Panik di Sekitar Suramadu

41
×

Pusaran Angin Mendadak Terjang Pesisir Surabaya, Warga Panik di Sekitar Suramadu

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Ceklisdua.net – Fenomena pusaran angin tiba-tiba muncul dan mengejutkan warga pesisir Surabaya, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kejadian tersebut terlihat jelas di kawasan sekitar Jembatan Suramadu dan sontak menimbulkan kepanikan.

 

Pusaran angin yang diduga kuat merupakan angin puting beliung skala lokal terlihat berputar di area perairan dan pesisir. Fenomena ini berlangsung singkat, namun cukup membuat suasana mencekam. Sejumlah warga yang berada di lokasi mengaku kaget karena angin muncul secara tiba-tiba.

 

Warga pesisir, pengendara, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar Suramadu menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Beberapa di antaranya terlihat panik dan berusaha menjauh dari lokasi kejadian.

 

Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, di saat aktivitas masyarakat sedang berlangsung normal.

 

Kejadian berlangsung di kawasan pesisir Surabaya, tepatnya di sekitar akses dan perairan dekat Jembatan Suramadu, jalur vital penghubung Surabaya dan Madura.

 

Fenomena ini dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem secara mendadak. Secara ilmiah, pusaran angin terbentuk akibat pertemuan udara panas di permukaan dengan udara dingin di lapisan atas, yang kemudian membentuk awan tebal seperti awan cumulonimbus. Dari awan inilah pusaran angin dapat terbentuk dan turun ke permukaan.

 

Sebelum kejadian, kondisi langit dilaporkan tampak normal. Namun dalam waktu singkat, awan gelap mulai menggumpal dan suasana berubah drastis. Tak lama kemudian, pusaran angin terlihat jelas berputar di area perairan. Angin tersebut bergerak cepat dan menimbulkan ketegangan di kalangan warga. Meski berlangsung singkat, fenomena ini cukup mengganggu aktivitas dan memicu kepanikan.

 

Dampak dan Imbauan

Meski tidak berlangsung lama, fenomena seperti ini tetap berpotensi membahayakan, terutama bagi masyarakat yang berada di area terbuka atau di atas jembatan. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, segera mencari tempat aman, serta menghindari berada di ruang terbuka saat tanda-tanda cuaca buruk mulai muncul.

 

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya di wilayah pesisir seperti Surabaya yang memiliki dinamika atmosfer cukup tinggi.

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *