BeritaOrganisasiPemerintah

RAKERNAS APDESI Merah Putih Tekankan Peran Strategis Desa dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045

8
×

RAKERNAS APDESI Merah Putih Tekankan Peran Strategis Desa dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Ceklisdua.net — Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih, A. Anwar Sadat, SH, menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia menuju satu abad kemerdekaan pada 2045 tidak akan lahir dari kota semata, melainkan dari desa-desa di seluruh Nusantara.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) APDESI Merah Putih dengan tema “Peran Strategis Pemerintah Desa dalam Menyiapkan Generasi Emas Desa yang Unggul dan Berkarakter.”

Menurut Anwar Sadat, lebih dari 70 ribu desa di Indonesia merupakan tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa. Anak-anak desa hari ini, katanya, adalah pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, pembangunan desa tidak boleh hanya terfokus pada infrastruktur fisik, tetapi harus diarahkan pula pada pembangunan kualitas manusia.

“Indonesia Emas tidak akan lahir dari kota semata. Indonesia Emas akan lahir dari desa. Infrastruktur penting, tetapi karakter manusia jauh lebih penting,” tegasnya.

Ia menilai pemerintah desa memiliki posisi strategis karena merupakan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Kepala desa mengenal langsung kondisi warganya, mulai dari keluarga hingga anak-anak mereka, sebuah kedekatan yang tidak dimiliki pemerintah di tingkat atas.
Namun demikian, Anwar Sadat mengingatkan bahwa tantangan desa saat ini tidak lagi sebatas kemiskinan. Desa juga menghadapi persoalan serius seperti rendahnya literasi, pernikahan usia dini, anak putus sekolah, kecanduan gawai, hingga hilangnya arah dan harapan hidup pada sebagian generasi muda.

Jika persoalan tersebut dibiarkan, bonus demografi yang selama ini dibanggakan berpotensi berubah menjadi beban demografi.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah desa mengambil peran baru, bukan hanya sebagai administrator pemerintahan, tetapi juga sebagai pembina peradaban masyarakat.

“Desa harus menjadi ruang pendidikan karakter,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar Sadat menekankan bahwa Dana Desa harus dipandang sebagai investasi masa depan. Penggunaannya perlu diarahkan pada penguatan pendidikan nonformal, rumah baca, pelatihan keterampilan pemuda, penguatan keluarga, pencegahan stunting, serta pengembangan ekonomi produktif generasi muda melalui KOPDES Merah Putih dan BUMDes.

Ia menegaskan, desa tidak cukup hanya membangun fisik, tetapi juga harus membangun manusia.
RAKERNAS APDESI Merah Putih, lanjutnya, menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama bertajuk Desa Mendidik—desa yang melindungi anak, menguatkan keluarga, menggerakkan literasi, serta membuka ruang kreativitas bagi pemuda.

Target akhirnya adalah melahirkan generasi desa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berakhlak, mandiri, kreatif, mencintai budaya, serta mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan jati diri.

“Jika desa berhasil menyiapkan generasi unggul, maka Indonesia tidak perlu takut menghadapi masa depan. Sebab masa depan bangsa sesungguhnya sedang tumbuh di desa-desa,” pungkasnya.

Ia menutup dengan pesan bahwa membangun desa bukan sekadar membangun wilayah, melainkan membangun manusia. Ketika manusia desa kuat, Indonesia akan benar-benar menjadi bangsa yang besar.

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *