BeritaOlahraga

Regenerasi Pebasket Surabaya Dinilai Cukup Baik, Pemain Muda Butuh Jam Terbang dan Dukungan Pemerintah

13
×

Regenerasi Pebasket Surabaya Dinilai Cukup Baik, Pemain Muda Butuh Jam Terbang dan Dukungan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Ceklisdua.net – Perkembangan basket di Surabaya dinilai terus menunjukkan tren positif. Sejumlah pemain muda disebut memiliki kualitas yang cukup baik, namun masih membutuhkan jam terbang serta dukungan lebih serius, terutama dari pemerintah.

 

Hal itu disampaikan salah satu pemain basket usai mengikuti kegiatan dan pembinaan tim di Surabaya. Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 15 pemain yang mengikuti kegiatan, meski beberapa pemain sempat terkendala kondisi usai makan dan kelelahan.

 

Menurutnya, untuk musim depan masih ada evaluasi terkait pemain yang kontraknya habis dan kemungkinan penambahan pemain baru demi memperkuat skuad.

 

“Kalau menurut saya, pemain muda di Surabaya itu potensinya bagus. Tinggal diperbanyak event dan jam terbang supaya mereka bisa lebih berkembang,” ujarnya.

 

Ia menilai turnamen basket di Surabaya sebenarnya sudah cukup banyak, mulai tingkat SMP, SMA hingga kompetisi antarklub. Bahkan persaingan menuju level nasional juga cukup ketat.

 

“Event sebenarnya sudah lumayan banyak. Kompetisinya juga bagus dan cukup bersaing untuk menuju nasional,” katanya.

 

Sementara itu, untuk tim Pacific, pihaknya mengaku musim ini fokus membangun pemain muda agar lebih siap bersaing di kompetisi profesional musim depan. Persiapan yang dilakukan saat off season lebih menitik

 

beratkan pada peningkatan fisik dan latihan rutin.“Fokus kami latihan terus, terutama fisik pemain. Karena musim depan pemain lokal harus lebih bersaing lagi,” jelasnya.

 

Ia juga menyoroti perkembangan pemain basket tingkat SMA di Surabaya yang dinilai semakin maju. Beberapa sekolah seperti SMA swasta disebut sudah serius membina student athlete dengan memberikan dukungan pendidikan sekaligus olahraga.

 

“Anak-anak SMA sekarang sudah bagus-bagus. Banyak sekolah yang serius membina atlet basket,” ungkapnya.

 

Dalam waktu dekat, sejumlah pemain muda juga dipersiapkan mengikuti berbagai turnamen seperti Liga Bali dan kompetisi internasional di Kertajaya.

 

Meski perkembangan basket cukup baik, ia menilai perhatian pemerintah terhadap olahraga basket masih belum maksimal, terutama dalam hal beasiswa dan masa depan atlet setelah pensiun.

 

“Kalau voli kan ada jalur pekerjaan seperti PLN atau instansi lain. Basket belum sampai ke sana. Banyak atlet akhirnya kesulitan ketika selesai jadi pemain,” katanya.

 

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, terutama bagi atlet nasional maupun daerah, agar memiliki peluang kerja dan masa depan yang lebih jelas setelah tidak lagi aktif sebagai atlet.

 

“Harapannya nanti atlet basket yang selesai bermain tetap punya masa depan dan peluang kerja yang jelas,” tambahnya.

 

Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *