BeritaWisata

Rombongan Ziarah Makam Keramat Pintu Seribu, Warga Harap Berkah dan Keselamatan

134
×

Rombongan Ziarah Makam Keramat Pintu Seribu, Warga Harap Berkah dan Keselamatan

Sebarkan artikel ini

Serang, Ceklisdua.net — Rombongan peserta ziarah dari Kampung Panyairan, Desa Cirangkong, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, bersama jamaah dari berbagai daerah, mengunjungi Makam Keramat Pintu Seribu yang berada di Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, pada Sabtu (28/12/2025).

Kegiatan ziarah tersebut dilakukan sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para leluhur, dengan harapan memperoleh keberkahan serta keselamatan dalam kehidupan.

Makam Keramat Pintu Seribu merupakan makam Syeh Ami Al-Faqir Mahdi Hasan Al-Qudrotillah Al-Muqoddam, yang dikenal sebagai salah satu tokoh spiritual dan ulama besar di masa lalu. Situs ini telah lama menjadi tujuan wisata religi dan ziarah masyarakat dari berbagai wilayah.

“Alhamdulillah, kami datang ke sini untuk berziarah dan berdoa. Harapannya, semoga mendapatkan berkah dan keselamatan,” ujar Ustaz Ibnu, selaku Ketua Panitia Ziarah.

Rombongan ziarah terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Selain untuk berdoa, kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi antarjamaah.

“Ziarah ini bukan hanya soal ibadah, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan persaudaraan antarjamaah,” ujar salah satu peserta.

Hal senada disampaikan Ibu Kamsah, peserta ziarah lainnya. Ia mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena selain mencari keberkahan, jamaah juga dapat mengenal lebih dekat sejarah dan tempat peristirahatan para leluhur.
“Selain berdoa, kita juga jadi tahu makam-makam para leluhur dan sejarahnya,” katanya.

Selama prosesi berlangsung, jamaah melaksanakan doa dan ritual ziarah dengan khidmat dan khusyuk, seraya memohon keberkahan serta perlindungan kepada Allah SWT.

Makam Keramat Pintu Seribu hingga kini tetap menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi. Warga sekitar berharap situs tersebut terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan sejarah dan spiritual.

 

Suryadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *