Olahraga

Sakitnya Bukan Main! Persebaya Dipaksa Mengejar Dua Kali, PSS Bikin Bajol Ijo Kehilangan Muka!

12
×

Sakitnya Bukan Main! Persebaya Dipaksa Mengejar Dua Kali, PSS Bikin Bajol Ijo Kehilangan Muka!

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Ceklisdua.net — Persebaya Surabaya gagal meraih poin penuh di kandang sendiri. Menjamu PSS Sleman dalam lanjutan Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (18/10/2026) sore, Bajul Ijo harus puas bermain imbang 2-2 setelah dua kali tertinggal. Beruntung, Miguel Pereira tampil sebagai penyelamat lewat dua gol, termasuk sundulan dramatis pada menit ke-90+1.

 

Hasil ini menjadi pukulan bagi ambisi Persebaya untuk mengamankan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri. Meski mampu bangkit setiap kali tertinggal, Green Force belum menunjukkan konsistensi yang cukup untuk membalikkan keadaan dan mengunci tiga poin.

 

PSS Sleman lebih dahulu membuka keunggulan pada menit kedelapan melalui situasi tendangan bebas. Persebaya baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-36 lewat sundulan Miguel Pereira. Namun, keunggulan itu tak bertahan karena PSS kembali mencetak gol pada menit ke-61.

 

Saat kekalahan mulai membayangi tuan rumah, Miguel kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol pada menit ke-90+1 memastikan pertandingan berakhir imbang 2-2.

 

Peluang Terbuang, Persebaya Justru Kebobolan

 

Persebaya sejatinya mengawali pertandingan dengan upaya mengambil kendali permainan. Peluang emas datang pada menit keenam melalui Alex Martins yang melepaskan tembakan dari jarak dekat. Namun, penjaga gawang PSS Sleman masih mampu menggagalkan peluang tersebut.

 

Dua menit kemudian, justru gawang Ernando Ari yang bergetar. PSS Sleman memanfaatkan situasi bola mati untuk membuka keunggulan 0-1. Gol cepat tersebut memaksa Persebaya bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.

 

Tuan rumah meningkatkan tekanan dan berusaha menembus pertahanan tim tamu. Pada menit ke-33, Jefferson memperoleh peluang melalui tembakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi bola masih melebar.

 

Tekanan Persebaya akhirnya berbuah hasil pada menit ke-36. Miguel Pereira menyambut bola dengan sundulan keras yang tak mampu dihentikan penjaga gawang PSS. Skor berubah menjadi 1-1.

 

Persebaya kembali memperoleh kesempatan melalui Gledson Paixao tiga menit kemudian. Sayangnya, tembakan kerasnya masih bisa diamankan penjaga gawang lawan. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum mampu menambah gol.

 

PSS Kembali Menghukum Tuan Rumah

Memasuki babak kedua, Persebaya mencoba meningkatkan intensitas serangan. Malik Risaldi memperoleh peluang melalui sundulan pada menit ke-46, sedangkan Toni mendapatkan kesempatan dari jarak dekat pada menit ke-54. Namun, kedua peluang itu belum menghasilkan gol.

 

Ketika Persebaya berusaha memburu keunggulan, PSS Sleman justru kembali memukul tuan rumah. Pada menit ke-61, tim tamu mencetak gol kedua dan mengubah kedudukan menjadi 1-2.

 

Situasi tersebut membuat Persebaya kembali berada di bawah tekanan. Pelatih kemudian memasukkan Saddil Ramdani untuk menggantikan Toni pada menit ke-68. Dua pergantian berikutnya dilakukan pada menit ke-79 dengan memasukkan Syahrul Lasinari dan Risto Mitrevski untuk menggantikan Catur serta Gledson Paixao.

 

Persebaya terus mencari celah di lini pertahanan PSS Sleman. Saddil hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-81 melalui sontekan jarak dekat, tetapi bola masih melebar.

 

Waktu terus berjalan, sementara Persebaya belum juga menemukan gol penyeimbang. Di tengah tekanan untuk menghindari kekalahan di kandang sendiri, Bajul Ijo terus berusaha menekan hingga menit-menit akhir.

 

Miguel Pereira Jadi Penyelamat Bajul Ijo

 

Drama akhirnya terjadi pada masa tambahan waktu. Ketika kemenangan PSS Sleman tampak semakin dekat, Miguel Pereira kembali menjadi pembeda.

 

Pada menit ke-90+1, Miguel mencetak gol keduanya melalui sundulan untuk mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut menyelamatkan Persebaya dari kekalahan sekaligus membangkitkan kembali semangat para pemain dan pendukung tuan rumah.

 

Persebaya masih berusaha mencari gol kemenangan pada sisa waktu pertandingan. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Skor 2-2 pun menjadi hasil akhir pertandingan.

 

Satu Poin, Pekerjaan Rumah Masih Menanti

Hasil imbang ini memperlihatkan dua sisi permainan Persebaya. Di satu sisi, Bajul Ijo menunjukkan daya juang dengan mampu menyamakan kedudukan setelah dua kali tertinggal. Di sisi lain, kegagalan mengamankan kemenangan di kandang sendiri menjadi pekerjaan rumah yang perlu dievaluasi.

 

Miguel Pereira layak menjadi sorotan berkat dua gol penyeimbang yang menjaga Persebaya dari kekalahan. Namun, kontribusi individu tersebut belum cukup membawa Green Force meraih tiga poin.

 

Bagi Persebaya, hasil ini bukan kekalahan, tetapi juga bukan hasil maksimal yang diharapkan dari pertandingan kandang. Konsistensi permainan, efektivitas penyelesaian akhir, dan kemampuan menjaga pertahanan akan menjadi aspek penting untuk diperbaiki pada laga berikutnya.

 

Persebaya selamat dari kekalahan berkat brace Miguel Pereira, tetapi GBT belum menjadi panggung kemenangan bagi Bajul Ijo.

 

Reporter: EKO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *