Pati, Ceklisdua.net — Polresta Pati resmi menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026 sebagai upaya masif menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang arus mudik Lebaran. Operasi kewilayahan ini dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan fokus pada penciptaan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Pati.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, operasi tersebut melibatkan kekuatan penuh lintas fungsi dengan total 74 personel yang diterjunkan di lapangan. Seluruh personel disiagakan untuk menjangkau titik-titik rawan pelanggaran, kecelakaan, serta potensi kemacetan menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Kami menurunkan 74 personel dalam satu kesatuan operasi terpadu agar setiap potensi gangguan lalu lintas bisa ditangani secara cepat, tepat, dan terukur,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Ia menegaskan, Ops Keselamatan Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi lebih menitikberatkan pada upaya preemtif dan preventif guna membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Tujuan utama kami adalah membentuk budaya tertib berlalu lintas melalui edukasi dan pencegahan, sehingga keselamatan bisa dimulai dari kesadaran pengendara itu sendiri,” kata Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Dalam pelaksanaannya, jajaran Polresta Pati akan melakukan pemetaan dan survei terhadap jalur rawan kecelakaan, kawasan padat lalu lintas, serta lokasi wisata yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan menjelang Lebaran. Sosialisasi keselamatan juga akan digencarkan melalui berbagai media.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama,” tutur Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Operasi ini juga dibarengi dengan pelaksanaan ramp check terhadap angkutan umum dan bus pariwisata, meliputi pemeriksaan administrasi, kelayakan teknis kendaraan, serta kondisi kesehatan pengemudi yang dilakukan bersama instansi terkait.
“Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, sehingga setiap kendaraan yang beroperasi harus benar-benar memenuhi standar keselamatan,” tegas Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Dari sisi penegakan hukum, Polresta Pati akan menyasar pelanggaran berisiko tinggi seperti melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, hingga penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi. Penindakan dilakukan secara manual maupun melalui sistem tilang elektronik.
“Penegakan hukum tetap kami lakukan secara profesional dan proporsional demi menekan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Selain itu, pengelolaan informasi publik juga menjadi bagian penting dalam operasi ini. Satgas humas akan aktif menyampaikan perkembangan situasi lalu lintas sekaligus memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen menghadirkan informasi yang cepat, transparan, dan dapat dipercaya agar masyarakat merasa aman dan nyaman selama beraktivitas di jalan,” kata Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Dengan keterlibatan 74 personel dan pola operasi yang terencana, Polresta Pati optimistis Ops Keselamatan Candi 2026 mampu menciptakan situasi lalu lintas yang lebih tertib dan aman menjelang puncak arus mudik Lebaran.
“Harapan kami, angka kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin dan seluruh masyarakat dapat sampai di tujuan dengan selamat,” pungkas Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Zae, C.BJ.










