BeritaSorotan

Kebakaran Maut di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Satu Pasien Meninggal Dunia

17
×

Kebakaran Maut di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Satu Pasien Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Ceklisdua.net — Kebakaran hebat melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat pagi (15/5/2026). Kobaran api diduga berasal dari lantai lima, tepatnya ruang bedah jantung, hingga menyebabkan korban jiwa.

 

Petugas Pemadam Kebakaran Surabaya bersama tenaga medis dan pihak keamanan rumah sakit bergerak cepat melakukan penanganan begitu laporan kebakaran diterima. Ketua Tim Kerja Operasional Damkar Surabaya, Trianjaya, menyampaikan proses pemadaman dan evakuasi langsung dilakukan untuk menyelamatkan pasien.

 

Kebakaran melanda area vital rumah sakit, meliputi ruang bedah jantung, ruang dokter, hingga ruang profesor di lantai lima Gedung PPJT. Asap hitam pekat langsung memenuhi gedung dan memicu kepanikan pasien serta keluarga pasien.

 

Dalam proses evakuasi, dua korban berhasil dievakuasi dari lantai 6. Namun nahas, satu korban dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya berada dalam kondisi kritis.

 

Peristiwa kebakaran terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026. Laporan pertama diterima Damkar Surabaya sekitar pukul 06.33 WIB. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 07.35 WIB atau hampir satu jam setelah proses pemadaman berlangsung.

 

Lokasi kebakaran berada di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUD dr Soetomo Surabaya, tepatnya di lantai lima ruang bedah jantung.

 

Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Namun titik awal api diduga berasal dari area ruang bedah jantung di lantai lima gedung tersebut.

 

Untuk menangani kebakaran besar ini, Damkar Surabaya mengerahkan 13 unit mobil pemadam, termasuk dua unit bronto skylift setinggi 55 meter dan 42 meter. Skylift digunakan untuk mengevakuasi korban dari lantai atas gedung.

 

Petugas juga langsung memindahkan pasien lain ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna menghindari dampak asap tebal yang menyelimuti gedung. Hingga pukul 08.40 WIB, proses pendinginan dan pembuangan asap masih terus dilakukan menggunakan blower dan sistem exhaust agar api tidak kembali menyala.

 

Cepatnya proses evakuasi dan penanganan petugas dinilai menjadi faktor penting yang berhasil menyelamatkan puluhan pasien lain dari ancaman kebakaran di rumah sakit terbesar di Jawa Timur tersebut.

 

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *