SURABAYA, Ceklisdua.net – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja, federasi, dan organisasi buruh se-Jawa Timur dipastikan Besok akan turun ke jalan. Massa berasal dari kawasan industri seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, hingga Mojokerto yang selama ini menjadi basis pekerja sektor manufaktur dan jasa
Aksi demonstrasi besar ini digelar dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, yang setiap tahunnya menjadi momentum bagi kaum buruh untuk menyuarakan aspirasi. Dalam aksi ini, para buruh akan melakukan long march, orasi, serta menyampaikan tuntutan terbuka kepada pemerintah terkait kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak pada pekerja.
Aksi dipusatkan di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya. Lokasi ini dipilih karena merupakan pusat pemerintahan provinsi dan menjadi simbol tempat penyampaian aspirasi kepada pengambil kebijakan.
Demonstrasi dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026, mulai pagi hari hingga siang atau sore, tergantung dinamika di lapangan. Massa diperkirakan akan datang secara bertahap sejak pagi dan berkumpul di beberapa titik sebelum bergerak ke lokasi utama aksi.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan atas berbagai persoalan yang masih dihadapi buruh. Di antaranya adalah tuntutan kenaikan upah minimum yang dianggap belum layak, perlindungan tenaga kerja yang dinilai masih lemah, penolakan terhadap kebijakan yang merugikan buruh, serta dorongan agar jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja lebih diperhatikan oleh pemerintah dan perusahaan.
Selain itu, May Day juga menjadi simbol perjuangan buruh secara global untuk memperjuangkan hak, keadilan, dan kondisi kerja yang lebih manusiawi. Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan bahwa suara buruh harus didengar dan diperjuangkan secara kolektif.
Aksi dengan jumlah massa besar ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan Pahlawan dan pusat kota Surabaya.
Aparat kepolisian biasanya akan melakukan pengamanan dan rekayasa arus lalu lintas. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan tersebut atau mencari jalur alternatif selama aksi berlangsung.
Redaksi.










