Hukum

Otak Penyerangan Polisi di Katingan Ditangkap, Bandar Sabu BIO dan Sejumlah Pelaku Lain Masih Diburu

13
×

Otak Penyerangan Polisi di Katingan Ditangkap, Bandar Sabu BIO dan Sejumlah Pelaku Lain Masih Diburu

Sebarkan artikel ini

KATINGAN, Ceklisdua.net – Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan terus mempersempit ruang gerak para pelaku penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Hingga Sabtu (4/72026), aparat kembali menangkap seorang terduga pelaku yang diduga berperan penting dalam aksi brutal tersebut.

 

Terduga pelaku bernama Ramlan diamankan setelah sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi masih mendalami peran Ramlan dalam rangkaian penyerangan yang menewaskan anggota kepolisian saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika.

 

Sebelumnya, tim gabungan lebih dulu meringkus seorang pria berinisial S alias A (38) pada Jumat (3/7). Ia ditangkap tanpa perlawanan saat bersembunyi di sebuah lanting penyedot emas di aliran Sungai Desa Tumbang Pariyei, Kabupaten Katingan. Setelah diamankan, pelaku langsung menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran serta keterlibatannya dalam penyerangan terhadap aparat.

 

Meski dua terduga pelaku telah diamankan, pengejaran belum berakhir. Polisi masih memburu BIO, residivis yang diduga sebagai bandar sabu sekaligus target utama operasi penggerebekan. Saat aparat berupaya menangkapnya, operasi berubah menjadi insiden berdarah setelah sekelompok orang melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam dan diduga senjata api rakitan.

 

Selain BIO, aparat juga masih memburu sejumlah pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan, termasuk dua pria yang disebut memiliki hubungan keluarga dengan salah satu tersangka. Tim gabungan terus melakukan pengembangan guna mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam aksi tersebut.

 

Kapolres Katingan menegaskan proses penyidikan dan pengejaran akan terus dilakukan hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap. Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan para buronan agar segera memberikan informasi kepada aparat demi mempercepat pengungkapan kasus.

 

Kasus penyerangan terhadap anggota Polri saat operasi pemberantasan narkotika ini menjadi perhatian serius karena menewaskan personel kepolisian dan menunjukkan adanya dugaan perlawanan terorganisasi dari jaringan peredaran narkotika. Aparat memastikan seluruh pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Revan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *