Berita

Dugaan Praktik Prostitusi di Hotel Pasar Besar RedPartner near Tugu Pahlawan Disorot, Warga Minta Penindakan Tegas

73
×

Dugaan Praktik Prostitusi di Hotel Pasar Besar RedPartner near Tugu Pahlawan Disorot, Warga Minta Penindakan Tegas

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, CeklisDua.net – Aktivitas mencurigakan di sebuah penginapan kawasan Pasar Besar Wetan, tepatnya di sekitar Tugu Pahlawan, menjadi sorotan warga. Hotel berkapasitas terbatas tersebut diduga kuat kerap dijadikan lokasi praktik prostitusi terselubung lewat aplikasi mychat. (10/4/2026)

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebagian besar penghuni hotel tersebut diduga merupakan pekerja seks komersial (PSK). Aktivitas keluar-masuk tamu dalam intensitas tinggi, terutama pada malam hingga dini hari, memicu kecurigaan masyarakat sekitar.

 

Sejumlah warga mengaku resah dengan kondisi tersebut. Selain mengganggu ketertiban lingkungan, aktivitas yang diduga melanggar norma sosial dan hukum itu juga dinilai mencoreng citra kawasan bersejarah yang menjadi salah satu ikon Kota Surabaya.

 

“Setiap hari hampir ada aktivitas seperti itu. Tamu datang silih berganti, waktunya tidak wajar. Kami khawatir dampaknya ke lingkungan,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Pantauan dari awak media di lokasi menunjukkan pergerakan tamu yang cukup intens, dengan pola kedatangan yang dinilai tidak lazim untuk penginapan kelas melati. Warga menduga praktik tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penindakan yang signifikan.

 

Yang menjadi perhatian, masyarakat menilai respons aparat terkait masih belum terlihat maksimal. Warga berharap ada langkah konkret, mulai dari pemeriksaan izin operasional hingga penertiban apabila ditemukan pelanggaran hukum.

 

“Kami hanya ingin lingkungan ini aman dan bersih. Kalau memang ada pelanggaran, ya harus ditindak tegas,” tegas warga lainnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola hotel maupun instansi berwenang terkait dugaan aktivitas tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

 

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Surabaya bersama aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Penindakan yang tegas dinilai penting guna menjaga ketertiban umum serta melindungi lingkungan dari aktivitas yang meresahkan.

 

Penulis: EKO. S.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *