Kabupaten Tangerang, Ceklisdua.net – Warga Kampung Kunir, RT15/RW 05, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, secara bergotong royong membuka akses jalan lingkungan dengan swadaya. Minimnya perhatian terhadap kondisi jalan yang selama ini menjadi akses utama warga mendorong masyarakat untuk turun tangan memperbaikinya menggunakan material seadanya.
Pantauan di lokasi, Jumat (3/7), warga bersama tokoh masyarakat bergotong royong menghamparkan batu sebagai dasar badan jalan agar dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Kegiatan tersebut dilakukan demi mempermudah mobilitas warga yang selama ini terkendala kondisi jalan yang rusak.
Ketua LSM PENJARA, Andriyadi, mengatakan aksi swadaya ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan infrastruktur yang mendesak.
“Pembukaan akses jalan ini murni dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Namun kemampuan warga tentu sangat terbatas. Kami memohon kepada pemerintah daerah, dinas terkait maupun para dermawan agar dapat membantu penyelesaian pembangunan jalan ini demi kepentingan masyarakat,” ujar Andriyadi.
Menurutnya, akses jalan tersebut sangat penting karena menjadi jalur aktivitas sehari-hari warga, mulai dari anak sekolah, pekerja hingga akses kendaraan darurat.
Di tengah kegiatan gotong royong, Sekretaris Desa Sumur Bandung bersama Kepala Dusun Masyudi turun langsung meninjau lokasi. Dalam kesempatan tersebut, Sekdes juga memberikan bantuan dana pribadi sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang tengah melaksanakan pembukaan akses jalan.
LSM PENJARA mengapresiasi langkah tersebut, namun berharap perhatian tidak berhenti pada bantuan pribadi semata. Mereka meminta pemerintah desa, kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Tangerang segera mengusulkan anggaran pembangunan jalan agar dapat dikerjakan secara permanen.
“Kami berharap pemerintah segera hadir memberikan solusi nyata. Infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas, sehingga warga tidak lagi bergantung pada swadaya untuk mendapatkan akses jalan yang layak,” tutup Andriyadi.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih terus bergotong royong menyelesaikan pembukaan akses jalan sambil berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Deden










